Aku titip doa pada Tuhan
beri pertunjuk malang kita
antara aku engkau dan dia
akhirnya Tuhan balas.
Engkau dan dia
Engkau memilih dia
Jadi aku tutup kisah kita
bersama doa
agar
engkau dan dia bahagia
Ami...
permulaan pahit
punca
segala rejam emosi bermain
tambah suntikan bisik sisetan
tanpa batas
jadi kau meraung kepenatan
jadi penamat kau buntu
diam terpekik tanpa suara.
diam diam diam....
penamat sadis
kau lupa pada iman
lalu kau masih pekik kepenatan
tolong bangun
cari iman kau
bangun hidup berpaksi...
Pejam mata,
tegak di balkoni,
dengar titisan air mata bumi,
hidu bau perembesan carbon dioxida
pohon pohon.
Tiba jiwa tersentak,
ada babak pahit
terputar,
Langsung tersedar
lalu tegak melihat realiti.
...
kesepian timpa jiwa
angin sepoi membawa rindu
ungkapan otak berlalu pergi,
api menghalau manusia
manusia lari
lari dan lari
akibat dosa sendiri
bila esok sedar,
rindu berlari pudar....
terdamparku di tepian
terabaiku akibat perasaan
terkejar kejar mu satu penantian
ye penantian palsu !
aku cuba teguh tegak
sayang gagal untuk betul betul tegak ,
lalu aku hanyut
sepi
hilang
tanpa berita...
Teriak jiwaku
menangis hatiku
tanpa sebab ,
mulutku terkunci tanpa kunci
jasad teringin lari masuk laci
seperti dongeng kartuis
merentasi dunia asing
seperti menikmati gula icing...
Ego !
Egois!
Punca perbalahan manusia mentah,
Punyai dari kemarahan yg bergetah.
Egois !
Menidakkan benda yang pasti,
Tiba akhir ianya mati.
Egois!
Cuba tegakkan benang,
Akhirnya diri sendiri berenang.
Egois!
Aku cuba kikisnya,
Tapi dimanipulasi riak dunia....